Kehidupan Dunia Menurut Islam Seperti Gadis Cantik yang Cepat Hilang

Walimah.Info – Ingat yaa saudaraku, dunia hanya sementara. Kehidupan Dunia Menurut Islam seperti Gadis Cantik yang Cepat Hilang. Yaa dunia seperti tempat singgah yang sementara, seperti ayat Alquran tentang dunia berikut ini,

Hai sekalian manusia, sesungguhnya janji Allah itu adalah benar. Maka dari itu, janganlah engkau semua tertipu oleh kehidupan dunia ini dan janganlah sekali-kali kepercayaanmu kepada Allah itu tertipu oleh sesuatu yang amat pandai menipu.” (Q.S. Al Fathir: 5)

Kehidupan Dunia Menurut Islam

Ada seorang santriwan tampan yang sudah cukup dewasa dan tampak kedalaman ilmunya ketika ia menyampaikan ceramah-ceramah di hadapan jamaahnya di berbagai desa di sekitar pesantren tempat iamenimba ilmu.

Suatu malam, ketika ia sedang berapi-api dalam tablighnya, tiba-tiba ia terhenti dan kemudian segera turun dari mimbar sebelum waktunya.

Apa gerangan yang terjadi? Tidak ada yang tahu kecuali setelah sekian waktu. Kehidupan dunia menurut Islam.

Ternyata di saat ia berdakwah, ia memandang seorang gadis cantik berada diantatara para jamaah yang hadir di malam itu. Ia sangat terpesona, rasanya ingin segera melamar dan menikahi gadis itu, begitulah yang berkecamuk dalam benaknya.

Maka pagi harinya, ia sampaikan perasaan itu kepada orang tuanya yang tinggal tidak jauh dari pesantren itu. Kemudian ayahnya diminta untuk melamarkan gadis itu untuk dirinya.

kehidupan dunia menurut islam

Kehidupan dunia menurut Islam

Mereka kemudian berangkat menuju desa gadis itu tinggal, dan benarlah mereka sampai di rumah gadis itu. Ketika ayah santri itu melihat gadis cantik itu, maka ayahnya menyampaikan kepada anaknya dengan berbisik:

“Nak, gadis ini cantik sekali, tidaklah pantas kamu menikahi gadis ini karena kamu belum punya pengalaman menikah. Biarlah ayah yang menikahinya saja. Nanti kamu mencari gadis lain.”

Anak itu tidak rela dengan sikap ayahnya yang begitu cepat berbalik. Sehingga mereka bertengkar di rumah gadis itu. Akhirnya gadis itu menyarankan untuk meminta saran ke pak Kyai saja, agar bisa diselesaikan.

Ayah dan anak datang ke rumah pak Kyai kemudian mengadukan masalah mereka. Pak Kyai menyarankan agar santrinya mengalah dalam urusan ini, dan membiarkan ayahnya yang akan menikahi gadis cantik itu sebagai bentuk birrul walidain dan pak Kyai siap untuk melamarkan gadis itu untuk ayahnya.

Mencintai seorang gadis memang seperti itu yaa, asalkan jangan sampai merusak persahabatan. Semoga tetap menjadi sahabat dunia dan akhirat yaa.

Maka mereka bertiga mendatangi rumah gadis itu. Pada saat pak kyai melihat betapa cantiknya gadis itu, maka pak Kyai berubah pikiran, ia mengatakan:

Doaku selama ini ternyata dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Gadis cantik inilah yang saya mimpikan, dan sekarang ada di depan mata. Maka sayalah yang akan melamarnya untuk diri saya dan kalian tidak pantas menikahi gadis secantik ini.

Seketika itu, terjadilah perdebatan antara mereka bertiga sampai semuanya mengeraskan suaranya untuk menang. Akhirnya gadis cantik itu menyarankan agar mereka menyelesaikan masalah ke bapak kepala desa yang dianggap sebagai sesepuh desa itu.

Mereka bertiga mendatangi rumah kepala desa dan menyampaikan masalahnya. Bapak kepala desa itu cukup bijak, semua alasan mereka ditampung, kemudian Pak Kades meminta agar gadis itu menentukan pilihannya sendiri, maka gadis itu dihadirkan ke rumah pak Kades.

Namun apa yang terjadi? Ketika pak Kades melihat kecantikan gadis desanya, ia langsung berubah keputusannya, ia mengatakan:

“Orang yang paling berhak menikahi gadis cantik di desa saya, ya saya sendiri sebagai kepala desa. Tidak ada orang lain yang lebih berhak untuk menikahi gadis ini.

Mereka berempat bertengkar di rumah pak kades itu dan tidak ada yang mau mengalah. Gadis cantik itu masih memberi kesempatan agar mereka menyelesaikan urusan mereka ke kantor polisi setempat.

Mereka berempat menuju kantor Polsek dan ditemui oleh bapak kepala Polsek sendiri, karena tamunya adalah pak Kyai. Setelah masalah mereka disampaikan, bapak Kapolsek meminta dihadirkan saksi yaitu orang yang mereka perebutkan.

Gadis cantik itu dihadirkan ke kantor polisi oleh keluarganya. Bapak Kapolsek ketika melihat gadis cantik itu, langsung terpesona olehnya, dan mengatakan:

“Saya sudah lama bertugas di wilayah saya sebagai Kapolsek, tentu tugas saya ini sangat berat, sementara saya belum menikah. Sudah lama saya mencari gadis yang menjadi kembang desa di sini belum ketemu.

Nah sekarang, pak Kyai sendiri menyaksikan bahwa Allah menghadirkan gadis cantik itu di kantor saya, maka sayalah orang paling berhak untuk menikahi gadis ini. Mereke berlima bertengkar memperebutkan gadis cantik itu.

Gadis cantik itu dengan lantang berteriak:

“Siapa yang mau memiliki diriku, ikuti lomba lari mengejar saya! Waktunya menjelang senja, sebelum matahari terbenam. Siapa yang bisa memegang tangan saya, maka akulah miliknya.”

Mereka berlima punya keinginan yang sama untuk memiliki gadis cantik itu. Maka di saat sinar matahari sudah mulai menguning, mereka bersiap-siap dengan segala persiapan masing-masing.

Santri melepas baju santrinya berganti pakaian olah raga, ayah santri itu karena orang desa mengenakan celana taninya dan kaos berlambang partainya, pak Kyai melepas jubah.

Peci dan surbannya, ia mengenakan celana panjang putih dan kaos oblong putih, sedangkan pak Kades dengan costum bela-dirinya, kemudian pak Kapolsek dengan sepatu olah-raga dan celana training serta kaos hitam.

Sinar Matahari semakin memudar, gadis cantik itu bersiap akan berlari dengan arah tujuan yang tidak pasti, tidak ada route yang dijelaskan, dan tidak ada berapa lama waktu yang disediakan.

Kemudian mulailah ia berlari begitu cepat, dan semua pengejar gadis cantik itu segera bergerak mengejarnya tanpa komando.

Gadis cantik tu semakin menjauh dari pandangan mereka, mereka tampak kelelahan, tetapi mereka tetap berusaha mengejarnya, akhirnya mereka satu persatu terperosok di lobang tanah yang berbeda-beda yang tidak mereka duga sebelumnya, dan tiba-tiba lobang tanah itu menutupi seluruh tubuh mereka.

Tahukah Anda siapakah gadis cantik itu?

Ia adalah dunia yang diperebutkan oleh siapa saja. Siapapun yang memperebutkan dunia, ia rela menanggalkan nama baiknya. Kehidupan dunia menurut Islam.

Santri ketika terpikat hatinya oleh dunia, ia rela meninggalkan identitas kesantriannya, ia menjadi mantan santri. Orang tua yang terpikat oleh dunia, ia merasa masih muda dan tidak menyadari usianya semakin senja.

Seorang Kyai ketika gandrung kepada dunia, ia akan melepaskan pakaian kehormatannya sebagai ahlul ‘ilmi. Pejabat ketika ingin mengejar dunia, maka ia akan meninggalkan amanahnya yang berat, ia rela mengkhianati rakyatnya yang selama ini mendukungnya.

Aparat keamanan ketika ingin hartanya melimpah, hidup serba berlebihan, ia akan melepaskan pakaian kehormatannya. Kehidupan dunia menurut Islam.

Dunia lari begitu cepat, ia tidak jelas tujuannya, tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengejar dunia.

Maka Allah bersumpah dalam ayar Alquran tentang dunia,

“Demi masa. Sungguh, manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (Surat Al-Ashr: 1-3)

Inpirasi Apa yang Kau dapat Kak? Ada Pertanyaan?