Lakukan 7 Hal Ini Untuk Menjinakan Mertua yang Jahat

Walimah.Info – Apakah ibu mertua Anda menyebalkan? Sering memandang pekerjaan Anda tidak benar? Atau sering marah marah? Iri mungkin? Atau sering sensi? Mertua ikut campur dalam islam ada pandangan tersendiri.

Satu sisi dia bertingkah menyebalkan dan kadang membuat hati Anda menjadi panas, sisi lain beliau adalah ibu dari suami sendiri. Bagaimana cara menghadapinya? Tenang semua itu memang butuh proses, suatu saat pasti Anda akan merasakan jadi mertua juga.

Cara menghadapi mertua jahat tidak boleh dibalas dengan kejahatan pula yaa tapi harus dengan cara yang baik dan sesuai anjuran agama. Saat semua terasa buntu maka Allah lah tempat untuk meminta petunjuk.

Mertua Ikut Campur Dalam Islam

Dari pada mikir terlalu ribet dengan berbagai tekanan dan masalah yang terjadi di rumah tangga lebih baik selesaikan satu persatu, kali ini walimah.info akan membahas tentang cara menghadapi mertua jahat, mau tau bagaimana yukk simak selengkapnya,

1. Memisahkan diri dari dirinya

cara menghadapi mertua jahat

Cara menghadapi mertua jahat

Seorang mertua adalah ibu juga dan dia adalah ratu di rumahnya, yaa di rumah suaminya yang juga mertua Anda dia menjadi ratu. Sisi lain anda adalah ratu juga di kerajaan suami anda. Dua ratu tidak bisa ada di tempat yang sama yaa.

Alangkah baiknya kalau anda memiliki rumah sendiri dengan suami anda, tidak perlu rumah yang baru bisa kos kosan bisa juga sewa rumah. Dengan begitu anda akan membebaskan diri anda dari jerat mertua yang jahat.

Tindakan ini bukan berarti memisahkan suami anda dengan orang tuanya tapi cara ini paling efektif untuk membuat rumah tangga dengan suami anda menjadi aman. Jika anda sudah berkorban untuk meninggalkan orang tua anda maka hendaknya suami juga turut mengerti kondisi anda saat ini.

Tapi kalau berniat memutuskan untuk memiliki rumah sendiri, perhatikan tips membeli rumah baru yaa. Biar anda tidak kena penipuan dan kejahatan.

2. Berbicara dengan mertua

Sering berbicara dan mengajak komunikasi mertua bisa menjadi cara menghadapi mertua jahat. Berbicara tidak perlu dengan tema yang berat yaa cukup bicarakan hal hal yang ringan, seperti menu makan, makanan favorit, hewan peliharaan, dan lainnya.

Berbicara dengan nada yang rendah memposisikan diri sebagai anak yang sedang berbicara pada ibunya. Pembicaraan ringan dan sering mendekati mertua bisa anda coba untuk menyelesaikan masalah anda.

Memang sihh tidak semua menantu mau melakukannya karena merasa dia yang tersakiti dari sikap mertuanya. Yaa ini lah rumah tangga banyak lika likunya.

3. Melihat situasi selalu dari dua arah

Ketika ada masalah yang terjadi jangan langsung menyalahkan satu sisi saja, misal orang tua yang salah terus. Bisa jadi ada salah paham antara anda dan mertua. Saat menyampaikan suatu informasi atau berita bisa dengan perlahan biar tidak ada salah paham ini.

Memang biasanya perselisihan antara mertua dan menantu adalah terletak pada komunikasi yang tidak baik. Saat ada masalah mertua langsung menyalahkan menantu yang kurang perhatian. Atau menantu yang selalu menyalahkan orang tua.

Memandang permasalahan yang terjadi itu dari berbagai arah jadi anda memiliki pandangan yang luas untuk bersikap. Inilah yang disebut dengan kedewasaan berfikir. Tenang dulu cari pokok permasalahannya.

4. Menunjukan kasih sayang pada mertua

Mertua ikut campur dalam islam

Mertua ikut campur dalam islam

Memberikan kasih sayang pada mertua seperti memberi kasih sayang pada orang tua sendiri. Perlakukan dengan sama karena pada dasarnya mertua adalah orang tua anda sendiri yang harus anda beri kasih sayang.

Batu itu sangat keras tapi kalau setiap hari diberi tetesan air maka lama kelamaan batu akan pecah oleh air. Tidak ada yang tidak mungkin yang penting tugas anda adalah memberinya kasih sayang untuk masalah dibalas atau diterima kasih sayang tersebut itu sudah urusan mertua.

Sebagai menantu anda akan menilai sikap mana yang lebih baik diterapkan untuk menghadapi mertua. Berbagai cara menghadapi orang tua yang jahat hanya anda yang tau cara mana yang tepat untuk dilakukan.

5. Berusahan menjadi orang yang lebih baik.

Mertua ikut campur dalam Islam sebenarnya tidak diperkenankan jika sudah tahap mencampuri segalanya yaa. Rumah tangga yang anda bangun dengan suami adalah bahtera yang sedang anda kayuh bersama jadi tidak pas jika mertua mencampurinya.

Berusaha menjadi orang baik tidak akan membuat anda rugi yaa jadi lakukan saja, jadilah menantu yang baik, mengabdi pada suami, merawat anak anak dengan sepenuh hati. Bersabarlah, coba baca kisah suami yang sabar menghadapi istri dan anaknya yang mungkin bisa menjadi inspirasi buat anda.

Jangan terlalu memikirkan sikap mertua pada anda walaupun sebenarnya memang menyakitkan tapi kalau selalu dipikir akan membuat anda menjadi manusia yang menyedihkan.

6. Mencoba merasakan berada di posisi mertua

Coba anda rasakan ketika ada perselisihan antara anda dan mertua anda membayangkan anda di posisi mertua dan membayangkan anda memiliki menantu yang bersikap seperti anda. Apa yang akan anda lakukan?

Nahh mencoba untuk memikirkan hal tersebut akan membuat anda mengerti kenapa mertua anda sering sebal. Ini berbeda kasus yaa kalau kalau anda sudah berbuat baik ternyata emang mertua yang tidak mau menerima anda.

Sebenarnya ini bisa diantisipasi sejak memilih calon suami, jangan pernah membuat PR untuk diri anda. Misalnya anda sudah tau kalau orang tua calon suami tidak suka dengan anda lebih baik anda segera mundur.

Jangan berencanananti juga luluh kalau aku udah jadi mantunya yaa kalau luluh kalau enggak kan malah anda sendiri yang sakit nantinya.

7. Peran penting dari suami

Ini yang paling penting yaa, suami memiliki peran besar untuk mengantisipasi perselisihan antara istrinya dengan orang tua. Suami bisa menjadi moderator yang paling baik dan menyampaikan dengan benar kepada kedua belah pihak.

Anda bisa menyampaikan kepada suami tentang perasaan anda yang sebenarnya, anda juga bisa menyampaikan solusi yang anda miliki untuk menyelesaikan permasalahan dengan mertua.

Sebagai suami seharusnya juga tanggap dengan masalah yang dihadapi keluarganya. Karena memang sudah sering terjadi permasalahan antara mertua dan menantu.

 

Begitu tadi yaa cara menghadapi mertua ikut campur dalam Islam. Menanggapinya harus dengan kepala dingin. Oke.

Inpirasi Apa yang Kau dapat Kak? Ada Pertanyaan?