Rasa Hati Berdekatan dengan sang calon Bidadari

Bagi yang udah biasa pacaran, kali biasa – biasa saja ya deketan orang yang spesial [baca : pacar]. Kalau aku? kalau aku terus terang cukup gregetan. Ya, serius ni pernikahan dijalanin dengan cara yang ‘agak beda’ dan memang begini yang aku cita citakan dari dulu.

Sampai takut aku kalau Allah takdirkan menikah dengan jalan yang tidak barokah yakni dengan jalan pacaran. Karena bisa jadi seumur hidup prosesi ibadah ini aku jalani, aku nggak melakukannya dengan jalan sunnah, maka amat dukanya dan menyesalnya aku.

Malu, jadi hamba Allah yang demikian itu.

gambaran perasaan orang mau menikah islam

Aih senangnya

Jelas, hasilnya nanti [anak-anak] dan keberkahan lain juga pasti akan terkurangi banyak sebab prosesnya saja ‘tidak benar’. Iri aku sama kehidupan banyak teman-temanku yang bisa menikah dengan jalan syar’i.

Ya Alhamdulillah, sekali ketemu dengan calonku ini aku ta’aruf. Datang bersama Ustdz Sumarjono, diskusi dikit sama orang tuanya. Sedikit berkenalan yang sebelumnya sudah saling tukar biodata yang bahkan tidak ada foto akhwatnya. But, qadarullah, alhamdulillah di kali pertemuan kedua sudah bisa lamaran bersama orangtua saya.

Rasa Hati Berdekatan dengan sang calon Bidadari? kalau aku, “Campur bawur”. Betapa indah Allah skenariokan yang semisal ini. Kagum dengan caraNya mensterilkan aku dari pacaran dalam tenggang waktu yang cukup lama agar bisa membuka hati langsung kepadanya. Nano nano deh 🙂

Rasa Hati Berdekatan dengan sang calon Bidadari