Seperti Apa ya Pendampingku Kelak?

Seperti Apa ya pendampingku kelak? Atau seperti apa ya sang pangeranku kelak?? Pertanyaan ini sering terngiang di kepalaku dulu sebelum aku menyandang status istri. Berbagai dugaan tentang pendampingku telah berputar-putar di kepalaku. Mulai dari fisiknya, karakternya, sifatnya dan agamanya bakal seperti apa ya?

Mungkin pertanyaan ini juga sempat terlintas di benak teman-teman semua, entah dalam keadaan sadar maupun tak sadar. Untuk teman-teman yang belum menemukan sang pendampingnya, tidak perlu pusing-pusing menebak dan memikirkannya, karena….. Ikuti ceritanya ya, dan kau akan menemukan jawabannya…

Pertanyaan itu semua telah terjawab sudah bagiku, setelah aku menyandang gelar istri itu. Awal-awal aku menyandang gelar itu, aku belum tersadarkan akan hal ini, namun setelah aku melewati hari-hari bersamanya selama kurang lebih 1 bulan, barulah tersingkap semuanya.. Eh.., mungkin belum semuanya deng. Sok tau azah. Hehehe.. Yah, sebagian besar lah. Maklumlah karena aku juga kenal belum lama, terus nikah. So…, penjajakannya + pacarannya kami setelah menikah. Jadi curhat kemana-mana ya? Hehe…, maaf jadi kebablasan.

Yah…, selama kurang lebih 1 bulan aku mulai menemukan jawaban dari pertanyaan itu. Karena siang malam banyak bersamanya, maka kebiasaan sehari-hari, karakter, sifat, pandangan dan wawasan agama sampai ke hal-hal kecil dan tentang masa lalu pun terungkap semua. Awal aku mengetahui hal-hal tersebut yang ada pada pendamping hidupku itu, aku sempat kaget juga. Dalam hatiku mengatakan, “Kok bisa ya?” Karena ternyata sifat, karakter, hobi, kebiasaan-kebiasaan, hal-hal kecil sampai ke kerapian, kebersihan dan masa lalunya pun tak jauh beda dengan aku. Sempat terheran-heran sich, tapi memang itu keadaanya, dia mirip sekali dengan aku, bahkan kata orang-orang wajah kami mirip, walaupun aku sendiri cuek-cuek aza. Dan memang beliau lah pendamping hidupku. Beliau tidak jauh beda dengan aku. Tapi banyak lebihnya di beliau.

Mungkin menurut teman-teman, hal ini tidak mungkin, sama seperti pendapatku awal-awal dulu. Tapi itulah kenyataannya. Karena Allah yang telah mengatur semuanya, Allah yang telah menjadikan semuanya sangat mungkin. Hal itu sangat mudah bagi Allah. Dan Allah telah memberikan pendamping itu bagi kita, pendamping yang terbaik untuk kita. Yakinlah…

So…, dari ceritaku tadi, teman-teman sudah bisa menyimpulkan jawabannya kan? Kalau jadoh kita, pendamping kita itu tidak jauh-jauh dari kita kok. Terutama dari segi karakter dan sifat kepribadian. Jika kita sabar, insayaallah jodoh kita juga orang yang sabar, jika kita termasuk orang yang berkarter keras, kemungkinan besar jodoh kita juga seperti itu, jika kita orang baik, maka jodoh kita pun juga orang baik dan sebaliknya. Bahkan apapun yang kita lakukan terhadap orang lain, maka perlakuan itu juga akan kembali pada kita kok, entah lewat pendamping kita, anak kita, teman kita, saudara kita atau murid kita. Kok jadi ngelantur ya?

Balik ke topic awal ya. Aku jadi ingat dengan apa yang dikatakan oleh pak Ustadz, kata beliau di surat An-Nur ayat 26, yang artinya “… wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula) …”

So…., jika kita menginginkan laki-laki yang baik dan shalih maka hendaknya perbaiki diri dan shalihahkan diri terlebih dahulu. Oke??? Mari kita sama-sama memperbaiki diri, mumpung masih ada kesempatan… 🙂

Leave a Reply

Seperti Apa ya Pendampingku Kelak?