Belajar Parenting dari Ibunda Para Ulama Islam

[Parenting] Cara terbaik belajar salah satunya adalah ATM. Amati tiru dan Modifikasi. Kita belajar dari yang terbaik, hasilnya bs jd jauh lebih optimal daripada sekedar coba salah sendiri yang tanpa didasar pengalaman yang sudah pernah keliru, pernah salah sebelumnya.

Sebagaimana mendidik anak. Umat islam sudah terlalu banyak contoh, yang super keterlaluan kitanya enggan membaca menelaah dalam khasanah literatur klasik ulama ulama kita bahwa banyak contoh anak anak yatim sukses menjadi ulama besar, bahkan dibesarkan tanpa sosok Ayah.

Sementara dalam ilmu parenting modern hari ini, “Baru ngigau bab sekian persen peran penting ayah, sekian persen peran ibu”. Ya, tepat, baik sih tetep meraba dengan keilmuan terkini, namun ada yang terlupa.
Bahwa seharusnya ilmu yang sekarang, coba diperbesar di utamakan membantu mengejawantahkan apa yang sudah para ibunda Ulama itu dulu lakukan. Bukan terlalu sibuk mereka reka ulang yang belum tentu hasilnya seperti yang sudah dikerjakan para ibunda para ulama itu.

Jadi, jangan terbalik, kita mengkira2 teori baru buat pendidikan, malah LUPA mempelajari dari pada yang sudah terjadi. Umat muslim lupa sama biografi para ibunda ulama. Biografi para ulama mendidik anaknya.

Logikanya gini, kita tahu, Al Imam Ahmad bin Hambal, al Imam Bukhori, Al Imam Asy Syafi’i sudah yatim sejak kecil. Hanya dalam pengasukan ibunda mereka.

But, sosok ibunda ulama yang saya sebut di atas itu sudah SUPER berhasil mendidik anak anaknya. Layak sebagai sosok guru PARENTING terbaik seorang muslim.

So kita teliti:

1. apa sih yang para ibu lakukan? misal jadikan anakany hafidz al qur’an sejak dini. hafal al quran sejak dini? ngapain? apa pentingnya? bagaimana penjelasan ilmiahnya.

Apa yang kita lakukan: kalau nemu teorinya, ayuk jelaskan. kalau nggak ATM dulu aja, ayuk jadikana anak2 kita hafidz al Qur’an dulu. baru ilmu lainnya. karena ini kunci.

2. Owh ibu ibu mereka ajarkan kejujuran mutlak dibanding nilai tinggi di sekolah. kejujuran, mengapa diajarkan jujur jauh jauh hari bahkan sebelum mereka mengenal integral dalam matematika?

3. Mengapa mereka diajarkan mencari ilmu sampai jalan kaki ke berbagai negara? bukan cuman jalan kakinya yang dicontoh, kesungguhan, determinasi mereka mengejar ilmu, dll, ini yang perlu disarikan ilmu ilmunya.

4. Metode sekolah mereka juga luar biasa. nggak ada sekolah formal yang mendidik anak cepet puas bahwa ilmu itu dari BUKU PELAJARAN, LKS, dan Apa apa yang di dikte oleh Gurunya. Sekolah itu adalah mencari guru terbaik, datangi ulamanya, ambil ilmunya, pindah lagi ke ualama lain. ini homeschooling murni jaman sekarang,,,

Juga hikmah lainnya yang bisa kita petik. Ayuk belajar parenting ke Buku Buku Klasik karya Ulama Islam. Cari, cari, cari lagi konsep parenting islami ke sana. Itu model pendidikan anak yang sudah super sukses menelurkan pribadi besar bagi umat ini. Bukan pribadi asal jadi apalagi pribadi nggak kenal sholat dari metode pendidikan barat yang kayaknya super ngilmiah selalu di gembor gemborkan.

Back to basic, ke ulama ulama kita aja, Parenting Islami Bagaimana Konsep Pendidikan Anak Menurut Ibunda Para Ulama

 

Sumbernya:

Leave a Reply