PANTASKAH ANDA DISEBUT ISTRI SHALIHAH ?

Sementara ketika ….

Suami Anda pulang kerumah setelah berjihad mencari karunia Allah, Anda tidak menyambutnya dengan senyum ramah, wajah yang berbinar, penampilan dan pakaian yang menyejukkan pandangan matanya, atau Anda sibuk dengan urusan Anda sendiri.

Suami mendekati Anda, hidungnya mencium aroma yang tidak sedap dari tubuh Anda, atau pakaian Anda, atau bau mulut Anda, dan matanya memandang suasana rumah yang menambah lelah hatinya setelah lelah fisiknya.

Suami dan anak-anak Anda tidak bisa menikmati makanan di rumah bersama Anda, karena mereka sedih dan kecewa ketika melihat atau makan makanan buatan Anda.

Suami melihat pakaian yang Anda siapkan, ia tidak mau memakainya, karena kotor, bau tidak sedap, tidak rapih, tidak sesuai aturan seterikanya, ada kancing yang lepas, jahitan yang lepas, ada yang sobek, ataukah ada yang terkena lunturan warna lain?

Suami mendengar kalimat yang tidak baik dari Anda, atau dari orang lain yang berasal dari Anda, apalagi kalimat itu disampaikan oleh anak Anda yang mendengar dari Anda sendiri.

Suami tidak merasa nyaman berkomunikas dengan Anda, karena Anda tidak berakhlaq dalam berbicara, atau pilihan kata yang menyakitkan hatinya oleh kesombongan Anda.

Suami tidak pernah merasakan pengakuan dari Anda bahwa Anda menghormati dia, berterima-kasih kepadanya, memberikan apresiasi atas jasanya, atau membanggakan dia di hadapan anak-anak dan keluarga besar.

Suami merasa tidak nyaman berjalan atau bepergian bersama Anda, karena anda tidak pantas mendampinginya, entah karena penampilan Anda, ataukah etika Anda, ataukah Anda membebani hatinya dengan kata-kata kasar, ataukah sikap anda yang tidak baik di jalan.

Suami dan anak-anak Anda semakin jauh dari Islam, tetapi Anda merasa aman-aman saja dan tidak ada masalah.

Suami merasa diberatkan tanggung-jawabnya dengan anggaran belanja keinginan Anda yang bukan kebutuhan rumah-tangga.

Suami sudah banyak memberi, sementara Anda merasa pemberian suami tidak ada apa-apanya dan selalu kurang.

Suami mengadukan sikap dan sifat buruk Anda kepada Allah.

Suami mengatakan tidak akan ridha kepada Anda, sementara Anda sudah menghadap Allah.

(Bagi Istri yang merasa bigini kondisinya segera berubah untuk memperbaiki diri, bagi suami yang istrinya demikian segera menasehati istrinya dengan cara yang penuh hikmah: Sayang, jadilah wanita penghuni surga, aku akan datang menemanimu disana!)

 

by. Ustdz Fadlan Abu Yasir

Leave a Reply