Tips Hubungan Intim Saat Anak Sedang Tidur

Walimah.Info – Ada tulisan menarik di blognya Gracie’s Diary, judulnya Ayah Ibu, Jangan Sampai Aku Melihat Kalian Berhubungan Badan. Awal saya menemukan, isi blognya itu dishare banyak di fanspage- fanspage facebook bertemakan parenting. Karena postingan ini sangat menginspirasi, saya bagikan buat temen temen sekalian. Berikut selengkapnya ya:
Di postingan sebelumnya, saya cerita tentang keheranan saya terhadap anak-anak usia SD zaman sekarang. Kok bisa sudah cinta-cintaan dan bikin surat cinta dengan kata-kata sedemikian ‘berat’ nya. Surat cinta dan cerita lengkapnya bisa diintip di sini. Postingan ini mungkin masih senada, karena saya menulis juga diliputi perasaan heran. Kalau yang lalu tentang cinta, kali ini tentang seks. Rasanya cerita cinta anak SD sebelumnya jadi ‘nggak ada apa-apanya’ dibandingkan cerita ini.
Ceritanya saya dengar kemarin lusa, saat saya mengantar Ubii menjalani terapi rutinnya. Terapis Ubii sudah seperti teman buat saya. Jadi sesi fisioterapi pasti ramai dengan gelak tawa dan cerita-cerita kami. Tapi kemarin lusa beliau bercerita tentang hal yang bikin saya shocked. Saya ceritakan di sini karena menurut saya ini penting untuk dibagikan, terutama untuk teman-teman saya yang juga sudah menjalani peran sebagai orangtua.

TIps Berhubungan Seks Ketika Anak Tertidur Malam Hari

Ssst.. Bahaya kalau anak lihat

Ubii punya teman di klinik terapinya. Kita sebut saja ia bernama Upin. Belum lama ini, Mama Upin melihat hal yang tidak sepantasnya dilakukan oleh anak usia 3 tahun. Jadi, Mama Upin hendak berkunjung ke rumah tetangganya yang hanya berjarak beberapa rumah saja. Mama Upin melewati sebuah rumah yang memiliki teras di depan. Ada 2 anak balita (lelaki dan perempuan) bermain di teras.
Betapa kaget dan marahnya Mama Upin ketika melihat apa yang mereka lakukan. Si anak lelaki telanjang bulat dan dalam posisi tidur telentang. Si anak perempuan hanya memakai kaos saja tanpa celana dan menduduki paha si anak laki-laki. Dan, apa yang mereka lakukan? Mereka saling memainkan alat kelamin satu sama lain. Si anak laki-laki memainkan alat kelamin si anak perempuan dan begitu sebaliknya. Mereka sepupu dan masih berusia 3 tahun. TIGA TAHUN! Apa yang ada dalam benak kalian? Kira-kira mengapa bisa begitu?

Rasanya kurang masuk akal jika mereka tau hal yang menjurus ke seks dari menonton video porno di rumah. Masa anak 3 tahun sudah tau situs-situs porno? Rasanya kok nggak mungkin ya. Mereka juga belum bersekolah sehingga nggak mungkin mendapatkan informasi tentang seks dari teman-teman sekolah. Kemungkinannya ada 2. Satu, mereka tak sengaja melihat kedua orangtua nya saat berhubungan suami istri. Atau, dua, mereka bermain dengan anak-anak yang usianya lebih tua di kampungnya lalu anak-anak yang lebih tua itu yang menunjukkan video porno nya. Bukan suatu hal yang aneh kan jika di kampung anak-anak berkumpul bersama.
Kemungkinan pertama, tak sengaja melihat ayah ibu nya berhubungan badan, itu yang paling sering terjadi. Kadang-kadang, kita dengan anak yang masih balita, merasa itu tak perlu dikhawatirkan. Toh mereka masih kecil, memangnya paham? Ya, mungkin mereka memang belum paham. Tapi, sangat mungkin lho kalau mereka ingat dan jadi ingin meniru karena penasaran. Dari yang awalnya hanya penasaran ingin melakukan seperti ayah dan ibu, bisa jadi mereka lalu merasakan rasa enak ketika alat kelamin mereka dimainkan. Akhirnya, mereka melakukan itu lagi dan lagi.
Kemungkinan kedua, mendapat dari tetangga yang usianya lebih besar, juga mungkin saja. Mungkin kita sebagai orangtua merasa, “Ah pasti aman lah kalau anakku main sama si A anaknya Bu A, wong ya tetangga dekat, masa anakku mau dijahati.” Perasaan terlalu yakin saat anak berkumpul dengan tetangga yang usianya lebih tua membuat kita jadi kurang waspada. Memang, berkumpul bersama anak tetangga bisa jadi lebih aman, dalam artian anak kita tak akan diculik, dibunuh, atau dimutilasi. Tapi, selalu ada kemungkinan untuk anak kita ditunjukkan hal-hal (entah gambar, video, atau perbuatan) yang kurang baik. Sangking kita sebagai orangtua merasa aman jika anak kita main dengan anak tetangga, kita jadi merasa tak perlu untuk bertanya, “Tadi main apa, Nak sama Mas/Mbak A?” Jadi kita tak tau apa yang anak kita lihat atau lakukan. Kita begitu saja berpikir, “Ah, paling ya main petak umpet, engklek, atau apa. Namanya juga anak-anak.”
Ada cerita lain lagi, kali ini saya dengar dari kawan saya, sebut saja Bunga. Bunga adalah seorang ibu. Bunga memiliki teman, pasangan suami istri sebut saja Pak Donald dan Bu Desy. Pak Donald dan Bu Desy memiliki anak balita perempuan berusia 2 tahun yang kita sebut saja Mini. Suatu saat Bunga berjumpa dengan keluarga kecil Pak Donald, Bu Desy, dan Mini di tempat makan lesehan. Mereka ngobrol biasa layaknya dua teman yang sudah lama nggak bertemu. Seusai makan, Pak Donald ingin mencuci tangan di wastafel.
Dari posisi duduk lesehan, Pak Donald berjongkok dulu baru kemudian akan berdiri. Eh, tiba-tiba saat Pak Donald berjongkok, si anak Mini mendekati (maaf) area selangkangannya dan seperti hendak menjilat daerah vital Ayah nya. Sontak semua yang melihat jadi terkejut. Setelah mendapat kesempatan ngobrol berdua, kawan saya si Bunga bertanya pada Bu Desy, kok bisa Mini punya gelagat seperti itu, apakah pernah melihat ayah ibu nya saat berhubungan badan? Dengan senyum malu Bu Desy mengiyakan bahwa Mini memang beberapa kali tak sengaja melihat saat ayah ibunya berhubungan karena tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
Ini hal yang sederhana sebetulnya. Mungkin beberapa dari kita juga pernah mengalami terpergok anak saat kita sedang berhubungan dengan suami/istri. Hal yang kita kira nggak apa-apa karena menganggap toh anak kita masih balita sehingga mana mungkin ia paham. Tapi untuk meniru, anak tak perlu paham. Anak, walau masih 2 tahun, juga sudah mulai bisa mengingat. Ia bisa ingat (walau mungkin hanya sepenggal-penggal) adegan yang dilakukan orangtua nya. Anak menganggap ayah dan ibu adalah panutan (apalagi jika anak masih balita dan belum bersekolah). Jadi, ia dengan polosnya ingin melakukan apa yang dilakukan oleh panutannya, yaitu ayah dan ibu nya.
Ini hal yang sangat bisa terjadi pada siapa saja. Mulai sekarang mari kita lebih berhati-hati saat berhubungan dengan pasangan supaya anak nggak sampai melihat. Cerita di atas membuka mata saya bahwa balita usia 2-3 tahun pun bisa terjerumus ke dalam hal yang mengarah ke seks. Kalau anak balita sekecil itu sudah mulai mencoba melakukan hal-hal berbau seks, kita perlu mengevaluasi diri sebelum menyalahkan tontonan, sinetron, internet, dan lingkungan. Jangan-jangan, kita lah sebagai orangtua yang kecolongan dan tak sengaja mengenalkan itu padanya? Kita perlu selalu ingat, anak adalah peniru ulung. Jangan sampai kita mendorongnya untuk meniru hal yang kurang baik. Walau nggak sengaja sekali pun (dalam hal ini seks).
UPAYA PREVENTIF …
Berikut hal-hal yang menurut saya perlu diperhatikan agar anak balita kita tak sampai mengenal seks jauh sebelum waktunya:
  1. Pastikan anak nggak melihat adegan hubungan badan dengan pasangan kita.
  2. Kalau anak tidur di kamar yang sama dengan kita, kita bisa pindah ke ruang lain.
  3. Kalau terlanjur terpergok, bersikap tenang dan alihkan perhatiannya, misalnya, “Ayah dan Ibu tadi kepanasan, jadi lepas baju. Nah sekarang sudah nggak kegerahan, yuk Ayah pakai bajunya lagi” dan lain-lain.
  4. Jika terlanjur terpergok dan di kemudian hari si anak menanyakan, jangan malah menghindar. Lebih baik beri penjelasan sederhana dengan kata-kata yang mudah dipahami.
  5. Tiap anak pulang seusai bermain dengan siapa saja, ajak ia bercerita apa yang ia mainkan, hal-hal apa saja yang ia lihat, dan lain sebagainya. Komunikasi itu penting sekali (menurut saya).
  6. Berpikiran positif itu memang baik, tapi di zaman sekarang tak ada salahnya juga untuk tetap waspada. Walau ‘hanya’ main dengan tetangga, sepupu, saudara, dan lain-lain yang kita anggap dekat dan pastinya aman, tetap lebih baik berjaga-jaga demi anak kita. Kembali lagi ke poin nomor 5. Komunikasi.
  7. Kalau ternyata anak kita bercerita bahwa ia melihat temannya melakukan hal yang menjurus ke perbuatan kurang baik, mungkin sebaiknya kita komunikasikan ke orangtua si anak tersebut.
Poin nomor 7 mungkin opsional ya. Ada yang merasa perlu harus mengadukan tingkah si anak pada orangtua nya. Ada pula yang merasa tak perlu karena mungkin rikuh atau tak ingin ikut campur. Seperti yang dialami Mama Upin di cerita pertama. Ia memutuskan untuk nggak mengkomunikasikan apa yang ia lihat pada orangtua kedua anak tersebut karena merasa rikuh.
Kalau saya pribadi, jika mengalami seperti Mama Upin, mungkin saya lebih memilih mengesampingkan rasa rikuh saya untuk mengadukan perbuatan anak-anak tersebut pada orangtuanya. Bukannya mau ikut campur ya. Saya malah takut dan kasihan, jika perbuatan mereka terus berlanjut karena keluarga nggak tau dan jadi nggak bisa mengarahkan. Apalagi kalau saya tinggal satu lingkungan dengan mereka. Takut dan khawatir jika itu berlanjut nanti bisa dilihat atau dicontoh oleh anak saya juga.
Bagaimana menurut teman-teman? Apa yang akan teman-teman lakukan kalau melihat anak saudara/tetangga berbuat hal yang menjurus ke seks? Adakah tips lain jika anak terlanjur memergoki kita berhubungan badan dengan pasangan? Yuk, kita share bareng-bareng. :))

Epilog dari Kami, Walimah.Info Mengenai Fenomena tersebut

Pada dasarnya islam sudah mengatur dengan sangat detail mengenai adab – adab berhubungan intim suami istri. Mulai dari bagaimana harus dilandasi ke ikhlasan dan motivasi untuk beribadah, sampai sejauh larangan mensetubui istri di area yang terlarang, adab ketika istri sedang haid, dan lain sebagainya. Khusus yang langsung berkaitan dengan topik di atas, sudah ada penjelasan dari ustadz Firanda.
Ustadz Firanda di artikelnya, menyampaikan pendapat dari Syaikh Utsaimin rahimahullah, “Tidak mengapa bagi suami dan istri untuk berjimak dihadapan bayi yang masih dalam persusuan karena ia tidak mengerti, adapun anak kecil yang sudah berumur tiga tahun atau empat tahun yang bisa mengungkapkan apa yang dilihatnya maka hal ini dilarang. (Penjelasan Syaikh Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ XII/418)’

So, sebaiknya sebagaimana sudah di kemukakan di atas, Hubungan Intim kan merupakan suatu hal yang sangat privasi. Ya berumah tangga sekian waktu, pasti nantinya sudah hafal, ‘kapan waktu aman’ bisa berduaan secara ekslusif dengan kekasih hati. Ada teknik teknik yang tidak harus memakan waktu lama, atau ya disiasati bagaimana. Pasti ada solusi yang jauh lebih baik. Semoga bermanfaat.

4 Comments

  1. aini 08/06/2015
  2. zia 15/11/2015
  3. Abu Hafshah 17/11/2015
  4. Nn 17/02/2017

Leave a Reply

Tips Hubungan Intim Saat Anak Sedang Tidur