Apa Hukumnya dalam Islam Suami Istri Berhubungan Intim

Posted on Oct 24 2013 - 7:59am by Abu Hafshah

Datang pertanyaan dari pengunjung Walimah.Info mengenai, “Apa Hukumnya dalam Islam Suami Istri Berhubungan Intim?”

Jawabannya:

Hukum islam bagi seorang yang sudah menikah ketika melakukan hubungan seksual dikembalikan kepada paparan hukum islam pada umumnya. Bisa Wajib, Sunnah, Mubah, Maupun Haram.

Menjadi wajib apabila seorang suami atau istri sedang mengalami kondisi ‘pengen’ berhubungan seksual yang memuncak. Di khawatirkan padanya kalau tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan halalnya akan jatuh pada perbuatan maksiat / zina. Maka ketika suami mengajak istrinya berhubungan seks, istri diharuskan memenuhinya.

Apa Hukumnya dalam Islam Suami Istri Berhubungan Intim

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke ranjangnya, lalu istri tidak mendatanginya, hingga dia (suaminya –ed) bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknatnya hingga pagi tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seharusnya yang dialkukan istri adalah memenuhi ajakan suaminya ketika dirinya diajak berhubungan suami istri.

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ ، وَإِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّورِ

“Jika seorang laki-laki mengajak istrinya untuk menyalurkan hajatnya (kebutuhan biologisnya -ed), maka hendaklah ia mendatangi suaminya, meskipun dia sedang berada di tungku perapian.” (HR. Ibnu Syaibah, at-Tirmidzi, ath-Thabarani dan berkata at-Tirmidzi Hadits Hasan Gharib, dan dishahihkan Ibnu Hibban no 4165)

Berkata al-Imam Syaukani rahimahullah, tentang hadits diatas: “Kalau dalam keadaan seperti itu saja tidak boleh seorang istri menyelisihi suami, tidak boleh tidak memenuhi ajakan suami sedangkan dia dalam keadaan seperti itu, maka bagaimana dibolehkan untuk menyelisihi suami selain dari kondisi itu.” (Silahkan Lihat Nailul Authaar:269/231)

Menjadi SUNNAH secara umum ketika rutin melalukan hubungan intim diniatkan mencapai beberapa tujuan utama dari jimak (bersetubuh) antara lain:

  1. Dipeliharanya nasab (keturunan), sehingga mencapai jumlah yang ditetapkan menurut takdir Allah
  2. Mengeluarkan air yang dapat mengganggu kesehatan badan jika ditahan terus
  3. Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana kelak di surga
  4. Menundukkan pandangan,  menahan  nafsu,
  5. menguatkan  jiwa dan agar tidak berbuat  serong  bagi  kedua  pasangan

Dihukumi MAKRUH ketika melakukan hubungan seksual di dalam kamar mandi (menurut pendapat sebagian ulama). Makruh juga hukumnya menceritakan detail proses hubungan intim yang dilakukan suami istri kepada orang lain tanpa kepentingan yang besar di dalamnya.

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata:”Dan dalam hadits ini  (”Sesungguhnya yang termasuk manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang menggauli istrinya lalau dia menceritakan rahasianya (jima’ tersebut)”(HR Muslim) )ada pengharaman bagi seorang laki-laki menyebarluaskan apa yang terjadi antara dia dengan istrinya berupa jima’, dan menceritakan secara detail hal itu dan apa yang terjadi dengan perempuan pada kejadian itu (jima’) berupa ucapan (desahan) maupun perbuatan dan yang lainnya. Adapun sekedar menyebutkan kata jima’, apabila tidak ada faidah dan keperluan di dalamnya maka hal itu makruh karena bertentangan dengan muru’ah (kehormatan diri)

Menjadi HARAM / BERDOSA ketika istri sedang haid, suami memaksa melakukan hubungan seksual. Atau ketika istri sedang nifas termasuk melakukan hubungan seksual di dubur (anal seks).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Kaum muslimin sepakat akan haramnya menyetubuhi wanita haid berdasarkan ayat Al Qur’an dan hadits-hadits yang shahih” (Al Majmu’, 2: 359). Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Menyetubuhi wanita nifas adalah sebagaimana wanita haid yaitu haram berdasarkan kesepakatan para ulama.” (Majmu’ Al Fatawa, 21: 624)

Dalam hadits disebutkan,
مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم-
“Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.” (HR. Tirmidzi no. 135, Ibnu Majah no. 639. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Al Muhamili dalam Al Majmu’ (2: 359) menyebutkan bahwa Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid, maka ia telah terjerumus dalam dosa besar.”

Semoga paparan ringkas mengenai Apa Hukumnya dalam Islam Suami Istri Berhubungan Intim bisa memberikan manfaat bagi pengunjung sekalian.

Sudah Ada 16 Comments . Tambahin dong, Kalau komentarmu gimana? :)

  1. Liza Susanti 16/11/2014 at 11:09 pm -

    saya suka penjelasannya yang singkat, padat dan mudah dimengerti

  2. Abu Hafshah 05/12/2014 at 4:18 pm -

    Terima kasih atas komentar dan kunjungannya.

    Misal berkenan, berilah kami masukan, kira kira topik apalagi yang harus kami tulis agar bisa memberi manfaat buat anda? 😀

  3. Arman 09/01/2015 at 11:30 pm -

    Mga mnfaat bagi smua pengunjung dan jdi ilmu brguna.

  4. kujayana 13/01/2015 at 7:47 pm -

    bgmna bila istri yakin klo haid x sdh selesai,sdh melakukan sholat,baca qur an.trs melakukan hubangan bdan stelah itu darah haid kluar lg,trmasuk dosa kah hal ini.

  5. Tomi 14/01/2015 at 2:13 pm -

    maaf kaka saya mau bertanya,
    apa hukum nya bilamana si Istri merasa sudah lepas dari Haid dan ternyata saat selesai berhubungan masih ada darah yg tersisa.
    mohon penjelasan nya.

    Terima Kasih.

  6. Tomi Arifianto 14/01/2015 at 7:46 pm -

    permisi kaka.
    saya mau bertanya, apabila seorang suami berhubungan dengan Istri nya sesudah Haid, tetapi setelah selesai berhubungan baru tersadari masih ada sisa darah, apa hukum nya menurut Islam??

    Terima Kasih.

  7. Abu Hafshah 10/02/2015 at 9:24 pm -

    amin pak arman :).

  8. Abu Hafshah 13/02/2015 at 10:37 pm -

    Tdk sm sekali,krn bbrphal ;

    1. Krn tdk disengaja.

    Allah berfirman robbana la tuakhidzna in nasiina au akhtokna ya Allah jgn Engkau siksa kami jk kami lupa atau tersalah.

    2. Tiap wanita kan pny kbiasaan haid.

    Kebiasaan itu ia hafalkan misal haid tiap bulannya ia biasa dr tgl 1-7 awal bln

    Maka stl tgl 7 ia sdh suci,kalo tryta tgl 9 kluar lg itu bkn darah haid namun darah istihadhah wallahu alam

  9. Anonymous 01/04/2015 at 5:11 pm -

    Gimana klo wanita sedAng nifas blm smpai 40 hari darah sudah berhenti trs suami mengajak berhubungAn intim

  10. rochman 18/04/2015 at 5:24 am -

    maaf pak. . bagaimana kalau suami tidak tahu kalau istri sedang haid,saat berhubun tiba2 keluar darah. . .. bagaimana hukumnya. . .

  11. Abu Hafshah 09/05/2015 at 10:14 pm -

    misal darah sudah benar benar berhenti / nifasnya usai, nggak harus nunggu 40 hari, boleh. lalukan mandi wajib, baru boleh berhubungan intim kembali. karena kebiasan nifas wanita beda beda ;).

  12. Abu Hafshah 09/05/2015 at 10:16 pm -

    maksudnya sewaktu mau berhubungan itu istri dalam kondisi suci, tetapi waktu berhubungan tiba waktu haidnya?

    sebaiknya seorang suami dan istri memahami kebiasaan haid istrinya. menjaga betul dari waktu waktunya itu jangan sampai masuk ke waktu haidnya.

    misal pas berhubungan, padahal blm waktu haid kok ngepasi haidnya hari itu keluar, semoga tidak menjadi dosa. karena sesuatu dihukumi sesuai dengan asalnya. kecuali kalau jelas jelas sudah haid, memaksa berhubungan itu baru terkena dosanya. wallahu a’lam.

  13. Imach Chayankz Allanz 19/05/2015 at 1:22 pm -

    Apa hukum nya jika kita tidak tau kalau it haram
    apakah dosa

  14. uchia 15/06/2015 at 1:03 pm -

    Trimakasih ya atas informasinya

  15. Istri Shalihah 28/06/2015 at 11:46 am -

    sama sama semoga bermanfaat

  16. Niesa 11/07/2015 at 1:59 pm -

    And fery good

KOLOM KOMENTAR / PERTANYAAN

Bagi dong, Apa Komentar Positifmu Mengenai Artikel di atas. Setiap komentar akan kami lakukan moderasi dulu. Anda adalah apa yang Anda komentarkan, pastikan berkomentar secara santun, sesuai dengan topik, dan bahasa yang baik.

Misal mau bertanya, usahakan selengkap mungkin pertanyaannya, agar kami bisa memahami konteks pertanyaanya dengan tepat. Pastikan klik kotak kecil dibawah kolom komentar sebelum komentarnya Anda kirim (langkah verifikasi Anda bukan robot spammer).