Akhirnya Pangeran Berkuda Hitam itu Datang Juga

Sebagaimana dalam janji saya pada artikel siapa temanten prianya bahwa insya Allah sang pengantin wanitalah yang akan menceritakan siapa penganten prianya. Maka saya akan uploadkan tulisan dari De Yani mengenai si mempelai laki-laki yang sudah dipilih hatinya, bi idillah (dengan izin Allah ta’ala). Simak tulisannya berikut ini:

Akhirnya Pangeran Berkuda Hitam* itu Datang Juga

 

Kala beristirahat, yang saat itu bulan ramadhan tahun kemarin, tepatnya setelah shalat maghrib, ku termenung seorang diri. Kepala ini penuh dengan rekaman-rekaman kejadian yang telah berlalu. Apakah karena bulan ramadhan, yang konon katanya para setan dibelenggu, sempatlah terbersit keinginan untuk menikah. Kata-kata yang berdendang di kepala ini, “Wah, enak kale ya, kalau sudah menikah. Apalagi saat ramadhan kayak gini, ntar bias cepet-cepetan tilawahnya, bias sahur dan buka bersama terus tiap hari bersama orang terkasih. Hehehe…”.

Tak tahu kenapa, akhirnya hari-hari setelahnya beberapa kali tanpa sengaja terdengar ceramah-ceramah tentang kelebihan orang yang sudah menikah dibandingkan dengan yang mereka yang masih lajang. Hal ini pun semakin mendorong keinginan tersebut. Sampai pada akhirnya hidayah untuk segera menikah itu datang juga.

Bismillah, Ya Allah aku ingin segera menikah… Aku ingin menikah secara syar’I, aku ingin menikah dengan laki-laki yang sholih, yang mampu menjadi imam bagiku dan anak-anakku kelak

Tawaran Silih Berganti

Aku pun berazzam dan membulatkan tekad, serta meluruskan niat. Batinku pun berucap, “Bismillah, Ya Allah aku ingin segera menikah… Aku ingin menikah secara syar’I, aku ingin menikah dengan laki-laki yang sholih, yang mampu menjadi imam bagiku dan anak-anakku kelak.” Hehehe… Sok nggaya ya? Ya, walaupun sebelumnya sudah ada keninginan untuk menikah sich, tapi kayaknya sekedar karena kesepian dan ikut-ikutan temen. Hehehe. So, mungkin karena niatnya belum lurus kale ya, makanya belum segera dipertemukan.

Aku pun terus berdo’a dan berusaha menyempurnakan ikhtiar serta yakin pada Sang Maha Tahu. Hari-hari terus berjalan, lebaran pun telah usai, nampaknya Allah memberikan jalan atas niatan tersebut. Terbukti dari beberapa hari setelah lebaran sampai pada bulan ini, beberapa sodara, kerabat, teman, bahkan sampai bebrapa wali muridku pun berkeinginan untuk mengenalkan ku dengan laki-laki pilihan mereka masing-masing, dengan harapan akan menjadi teman hidupku kelak.

Bahkan ada salah satu sodaraku yang sampai menawari sebanyak 4x. Batinku, “kok nggak bosen ya, nawari aku berkali-kali?” Tapi ya memang prinsip dari sodaraku itu, senantiasa menjadi orang yang bermanfaat buat orang lain. Jadi mereka itu tak bosan-bosannya untuk mengajak orang dalam kebaikan. Ehm…”Makasih ya mas John dan mbak Pur, kalian memberikan banyak pengalaman hidup buatku.”

Bersegera, bukan berarti terburu-buru

Tapi ya, walaupun seperti itu, tidak lantas membuat aku untuk terburu-buru, karena aku ingin segera tetapi tidak terburu-buru. Setiap ada yang mau mengenalkan pun aku selalu bertanya pada hati kecil inidan tentunya tidak lupa pada Sang Maha Tahu untuk meminta petunjuknya. Ketika hati ini gelisah, galau dan tak menentu rasanya serta kurang yakin, yaaaaaaaaa aku pun menyampaikannya untuk belum dulu. Sampailah tawaran yang ke empat dari sodaraku, aku cari wangsit itu dan apalah petunjuk itu, yaitu petuntuk untuk berkenalan dengan dia….

Dia memberikan biodatanya yang terdiri dari banyak halaman, yang jelas halaman kelimanya ada tulisan namanya, Anjrah Ari Susanto. Nama yang cukup asing dan unik di telingaku. Dia lahir di kota yang katanya penghasil bengkoang terbesar, tepatnya di Kebumen. Di sana tercantum tanggal kelahirannya, tanggal 6 November 1986.

Untuk kepribadiannya, siap-siap ya, karena ini deskripsi yang berdosis tinggi… hehehe. Di data itu dia menyebutkan kalau dirinya:

  1. Nilai hidup saya yang utama islam, kejujuran, assertifitas, independent, professional, integritas, dan totalitas dalam mengambil tindakan. Aku orangnya terus terang, kalau suka, aku katakan suka, kalau tidak, aku katakan tidak dengan cara yang terbaik yang pas sikonnya. Mudah dinasehati, terutama dengan bahasa pendekatan dengan Al Qur’an dan As Sunnah.
  2. Berjiwa petualang, humoris, kreatif, agak genit (dengan orang dekat dan spesial), suka dengan dunia entrepreneur, dreamer dan percaya diri, dan kuat unsur leadershipnya. Di satu sisi, ketika harus menjadi seorang yang harus memberikan support pada tim, saya support maksimal sesuai dengan potensi saya yang terbaik. Pengambil resiko yang tetap cermat menghitung baik buruknya.
  3. Ultimate dream, aku mau mati, di mana orang-orang di sekitarku berkata innalilahi wa inna ilaihi ro’jiun, “Alhamdulillah telah berpulang dalam keadaan baik, saudaraku, teman baikku, Dr. H. Anjrah Ari Susanto, S.Psi, M.Psi sosok teladan dalam baktinya kepada orang tua, semangatnya dalam dakwahnya dalam dunia islam, sosok suami romantis  sangat sayang dengan keluarganya, ilmuwan yang bermanfaat banyak karyanya bagi kaum muslimin, penulis yang brilian, guru agama yang ikhlas, ahli shadaqah yang banjir hartanya bagi kaum papa, dan pebisnis sukses dalam kesantunan, kejujuran, nan sangat disegani pebisnis lain, baik pesaing, mitranya maupun customernya.

Aktivitas-aktivitas  mas Anjrah dalam kesehariannya

Bagi temen-temen KAMMI [Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia] di kampus UNDIP aku yakin mengenal dia. Mas Anjrah pernah aktif di KAMMI komisariat bersama UNDIP. Selain itu, LDK seperti  INSANI UNDIP, Aktivis thibbun nabawi, Sie Kerohanian Islam Psikologi, Kelompok Studi Pengembangan Psikologi juga pernah menjadi media belajarnya.

Sehubungan dengan aktivitasnya sekarang ini, wirausaha adalah pilihan bidangnya. Dirinya menggeluti wirausaha online baik toko online yang menyediakan perbagai kebutuhan, bidang usaha Internet Marketing seperti affiliate amazon, adsense, dan layanan konsultan serta bimbingan usaha menggunakan internet bagi perseorangan  maupun badan usaha resmi berbentuk perusahaan. Selain itu, dia juga aktif memberikan materi pelatihan, sebagai trainer motivasi maupun internet marketing.

Pertama kali aku baca, dalam pikirku, “ehm… perfectionis sekali ya?” Karena hal itu pun aku cukup minder, karena bagaikan bumi dengan langit.. Tapi yah, aku pasrah aja karo Seng Gawe Urip, “kalau memang jodohku, pasti akan dipermudah oleh-Nya, kalau memmang nggak, berarti itu yang terbaik.”

Selain itu juga, di akhir data itu disertakan foto-foto aktivitas-aktivitasnya sebanyak 12 file. Foto yang cukup banyak bukan? Waktu ku amati fotonya satu persatu, batinku “ternyata ada juga ya ikhwan yang super pede kayak gini? Hehehe..”

Mungkin, dialah jodohku. Terbukti dari berbagai kemudahan yang diberikan-Nya pada proses kami dan bukti-bukti yang dia berikan padaku. Dan subhanallah, apa yang ada dalam dirinya itu adalah yang ada dalam pikiranku dan do’a-do’ku selama ini pada Sang Khaliq… Alhamdulillah hirobbil ‘alamin, segala puji hanyalah milik-Nya.. Dan terimakasih ya mas, atas semuanya…

be yourself  mas

Yani

*pake motor grand berwarna hitam

*sedikit tambahan profil mengenai Anjrah, bisa klik di sini

Leave a Reply